Seekor anjing tengah berjalan riang sembari membawa sepotong daging yang segar. Ia merasa sangat bahagia, bahkan sombong dengan apa yang dimilikinya. Tatkala ia menyebrangi sebuah jembatan, di air dia melihat seekor anjing lain sedang menggigit daging yang tampak lebih besar dari pada yang ada di mulutnya. Seketika, perasaan riangnya hilang karena tertutupi iri untuk meraih daging yang lebih besar itu. Maka, Ia membuang daging di mulutnya dan terjun ke sungai untuk merebut daging itu. Namun, alih-alih mendapatkan daging yang besar, badannya basah kuyup dan letih karena harus berenang menuju tepian.
Tidak lama kemudian, seekor gagak menyambar daging itu dan terbang jauh. Sementara itu, sang anjing melangkah gontai meninggalkan jembatan dan sungai itu dengan penuh penyesalan. Sambil menarik napas panjang, ia mengeluh, "celakalah diriku. Kerakusanku telah menyesatkanku. Aku membuang yang sedikit karena menginginkan yang banyak sehingga tidak mendapatkan keduanya."
NB : "Banyak sekali orang yang melepaskan esensi hanya untuk mengejar bayangan."
Fable Wisdom for Modern Life/Dedeh Sri Ulfah& Nia Kurniawati;penyunting, Topik Mulyana,- Bandung:Pressio,2007
Tidak lama kemudian, seekor gagak menyambar daging itu dan terbang jauh. Sementara itu, sang anjing melangkah gontai meninggalkan jembatan dan sungai itu dengan penuh penyesalan. Sambil menarik napas panjang, ia mengeluh, "celakalah diriku. Kerakusanku telah menyesatkanku. Aku membuang yang sedikit karena menginginkan yang banyak sehingga tidak mendapatkan keduanya."
NB : "Banyak sekali orang yang melepaskan esensi hanya untuk mengejar bayangan."
Fable Wisdom for Modern Life/Dedeh Sri Ulfah& Nia Kurniawati;penyunting, Topik Mulyana,- Bandung:Pressio,2007

itulah sipat manusia yg paling menyebalkan...
BalasHapus